Kenapa RIBA dilarang atau diharamkan dalam ISLAM ??

Seperti memakan daging Babi, Meminum Alkohol, Judi dan Zinah .. kenapa semua yang dipandang enak oleh Syaitan itu dilarang dalam ISLAM ?

Pertama kali, perlu kita pahami bahwa Iblis tidak akan pernah berhenti untuk menyesatkan Anak Adam sampai akhir untuk ikut menemani mereka di neraka. Karena memang sifat Syaitan, yakni sombong dan tidak mau menurut kepada Allah Ta'ala (namun demikian, Syaitan pun tidak pernah mengaku dirinya adalah Tuhan, hanya Manusia dan atau Dajjal saja yang seakan-akan berkata bahwa mereka adalah Tuhan di Dunia).

Syaitan memang diizinkan Allah Ta'ala untuk menggoda manusia kecuali untuk hamba-hambanya yang ikhlas, dan untuk dapat menjadi manusia yang ikhlas maka otomatis kita harus lebih banyak berpikir tanpa putus asa. Orang yang berputus asa dari Rahmat Allah adalah orang yang kafir, hal ini dapat menyebabkan orang menjadi bunuh diri.

Sekarang kita kembali kepada larangan RIBA.

Riba itu dalam Islam adalah meminjamkan sesuatu dengan menetapkan syarat kembali yang lebih atau jaman sekarang lebih dikenal sebagai BUNGA.

Daging Babi diharamkan ternyata mengandung cacing yang tidak dapat terurai dalam tubuh, Alkohol dilarang di minum juga karena dapat menimbulkan penyakit, Judi dilarang karena merusak dan menjauhi orang dari berpikir relistis serta dapat terjadi persengketaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa sesama penjudi, Zinah juga dilarang karena banyak penyakit seperti HIV/AIDS.

Demikian dengan RIBA, riba dilarang juga untuk kebaikan umat manusia terutama untuk masalah ekonomi dan penghidupan sehari-hari. Kita dapat lihat di Indonesia bunga Bank dapat mencapai 10% bahkan sempat tembus 17% per tahun, sedangkan ZAKAT harta diwajibkan hanya 2.5% per tahun, dan ZAKAT diberikan untuk para golongan yang kurang mampu, sedangkan hasil bunga bank diberikan untuk Pemilik Bank yang sudah banyak harta dan untuk para Direksi dan Karyawan yang tergolong mampu, bagaimana tidak mampu ? untuk bekerja di Bank harus pakai Ijazah minimal SMA bukan ? Dan ini bukan berarti Bunga Bank boleh tidak lebih dari 2.5% akan tetapi sama sekali tidak boleh.

Larang RIBA sebetulnya hanya untuk menstabilkan perekonomian diseluruh dunia, bukan untuk menyengsarakan para pelaku pasar dan ekonomi. Justru sebaliknya, perekonomian RIBAWI yang dicetuskan Amerika dan Inggris sudah menyengsarakan termasuk Amerika sendiri.

Indonesia 2013 Masih Menyuburkan RIBA, bukan Menyuburkan Sedekah.
Selama tahun 2013, jalanan di Jakarta macet parah yang menurut para ekonom sebagai peningkatan ekonomi golongan menengah, padahal mereka berpendapat berdasarkan kenaikan harga saham Bank dan Industri tertentu yang termasuk kendaraan.

Persyaratan kredit cicilan konsumen dipermudah, bahkan sampai ada tukang ojek pun yang punya beberapa kartu kredit dan kadang dipakai untuk menyelenggarakan hajatan. Tukang salon pun bisa cicil beli mobil baru sedangkan garasi untuk mobil pun tidak ada.

Ditahun 2014 ini bisa saja terjadi permasalahan kredit macet yang semakin menjadi beban pemerintah negara ini, hal ini dapat terlihat dari penurunan penjualan properti yang mana kelesuan pasar properti sudah terjadi di penghujung tahun 2013.

Karena dengan sistem riba, tentunya harga yang sampai di konsumen bisa naik minimal 30%, dan ini juga tercermin dalam kenaikan harga barang dan akhirnya juga nilai rupiah merosot 30% dari nilai dolar.

Walaupun semua sudah terbukti, namun kita hanya dapat berharap semoga tiap-tiap diri kita diberikan perlindungan dari godaan syaitan yang terkutuk, dan tiap-tiap orang disekeliling kita dan yang berurusan dengan kita juga dilindungi dari godaan syaitan yang terkutuk. Aamiin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bencana, Antara Peringatan dan Keseimbangan Alam

Wujud Asli Iblis dan Setan

Bagaimana Cara Memajukan Sebuah Koperasi ?